13 Things Mentally Strong Parents Don’t Do | 13 Hal yang Tidak Dilakukan Oleh Orang Kuat Secara Mental

“Setiap kali kamu menghindar dari berkata tidak pada hal yang kamu tidak inginkan, kamu memberikan kekuatan pada dirimu.” – Amy Morin

Semua orang mempunyai masa kelamnya masing-masing. Seringkali yang menjadi fokus permasalahan selalu dilihat dari sisi mental maupun psikis orang yang mengalaminya. Tidak jarang pula, banyak yang mengalami kendala dalam mengatasi masalah mental tersebut. Oleh karena itu, kali ini ada sebuah buku yang terkait erat dengan masalah mental. Buku dengan judul yang diterjemahkan sebagai “13 Hal yang Tidak Dilakukan Oleh Orang Kuat Secara Mental”, menjelaskan secara nyata  bagaimana cara untuk tidak menyerah dan jatuh pada kebiasaan pemikiran yang buruk ketika menghadapi kesulitan. Buku ini sendiri dikemas dengan sedimikian rupa untuk mencapai targetnya yang berusia remaja hingga dewasa.

Buku yang diadaptasi dari sebuah artikel ini mampu menarik para pembacanya. Amy Morin sebagai pengarangnya mampu memberikan kesan yang mendalam pada penuturan di dalam bukunya. Amy Morin sendiri merupakan warga kebangsaan Amerika yang lahir pada tanggal 14 Juni 1979. Karangannya ini tidak jauh dari kisah-kisahnya, yang telah lama berkecimpung sejak lama sebagai psikoterapis.

Fakta terakhir tadi semakin menguatkan pondasinya dalam menuliskan karya bertema psikologi. Tidak hanya itu, ia juga memiliki kutipan yang menarik para pembacanya. “Setiap kali kamu menghindar dari berkata tidak pada hal yang kamu tidak inginkan, kamu memberikan kekuatanmu”. Kutipannya sendiri menggambarkan bagaimana sosoknya menjadi seorang penulis buku.

Dari kesekian hal penting yang dibahas dalam buku tersebut, para pembaca akan mendapatkan tiga hal utama yang mampu memberikan dampak begitu besar, yaitu :

1. Mengeluh bahwa kamu tidak mendapatkan sesuatu yang menurutmu pantas adalah pemborosan energi .

2. Hapus informasi berita di Facebook-mu dan hentikan kegilaan dalam membanding-bandingkan sesuatu.

3. Yang terakhir belajar untuk menyendiri.

Tiga poin di atas mampu dipraktikkan untuk mengatasi masalah mentalmu dan menjauhi kebiasaan buruk yang bisa memperparah psikismu. Pada poin pertama, Amy menjelaskannya ke dalam sebuah analogi seperti ketika sepasang suami istri bercerai dan mempeributkan masalah hak asuh anak, pihak wanita memberikan hadiah yang tidak biasa pihak laki-laki berikan. Tapi justru sang suami mengeluhkan akan perbuatan sang mantan istri dan justru sibuk mempermasalahkannya. Padahal, waktu yang dilakukan untuk mengeluh, dapat digunakan untuk menunjukkan rasa kasih sayang terhadap sang buah hati agar mau menerimanya sebagai wali yang mendapatkan hak asuh tersebut.

Poin kedua, dengan menon-aktifkan  berita yang ada di Facebook, dapat menghindari perasaan seseorang untuk  terus membandingkan dirinya sendiri dengan postingan terkesan luar biasa tadi. Karena keadaan yang terlihat di FB seperti berlibur di Hawai, mobil baru, acara VIP maupun fasilitas mewah lainnya tidak selalu sebaik itu pada kenyataannya.

Poin ketiga, belajar menyendiri merupakan hal yang penting untuk disadari. Hidup tanpa menonton youtube, acara tv atau tanpa mengirim pesan apapun merupakan suatu cara agar lebih fokus pada diri sendiri. Karena hidup tanpa disibukkan hal-hal tadi, tidak akan membuat dunia hancur seketika.

Jadi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa ketiga cara yang telah disebutkan tadi merupakan sikap mental yang perlu ditanamkan ketika kamu tersandung oleh masalah yang membuatmu jatuh dalam keterpurukan. Cara tersebut dapat dipraktikkan sebagai langkah pasti untuk bangkit seperti yang penulis lakukan ketika menghadapi kesulitannya ditinggal oleh orang yang disayangi.

Artikel ini disadur dari : https://fourminutebooks.com/13-things-mentally-strong-people-dont-do-summary/

Kontirbutor : Bunga Hikmawati

Ringkasan Buku Lainnya