Rich Dad – Poor Dad | Ayah Kaya – Ayah Miskin

“Alasan utama mengapa lebih dari 90% rakyat Amerika berjuang dalam keuangan mereka adalah karena mereka bermain bukan untuk kalah, mereka tidak bermain untuk menang.” – Robert T. Kiyosaki

Keuangan ataupun yang sering kita sebut dengan finansial, merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami serta diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Namun, tidak sedikit pula orang-orang yang merasa kesulitan dalam mengatur keuangannya. Selain itu juga ada beberapa gelintir orang yang justru memiliki kemampuan dalam mengembangkan fungsi uang itu sehingga menjadi lebih berharga. Semua hal itu telah diselipkan secara apik dalam sebuah cerita yang berjudul “Rich Dad Poor Dad” yang dikarang oleh Robert Kiyosaki.

Buku ini berkisahkan seorang anak laki-laki yang memiliki dua sosok orang yang berperan menjadi ayahnya. Kedua sosok tersebut digambarkan dengan dua latar belakang yang berbeda seperti judul ceritanya, kaya dan miskin. Karya ini akan menggiring para pembaca ke dalam pengetahuan finansial yang belum pernah diungkit oleh kebanyakan orang. Sehingga buku ini sangatlah tepat bagi siapapun yang menginginkan adanya kesuksesan dalam menggunakan keuangan sebagai batu loncatan. Bisa dikatakan buku ini tidak mengenal adanya rentang usia, layak sebagai salah satu bahan bacaan yang patut direkomendasikan.

Meskipun begitu, buku ini juga tidak luput dari banjir kritikan yang dilontarkan kepada pengarangnya Rober Kiyosaki. Akan tetapi hal itu tidak mempengaruhi kepopuleran buku ini. Pria berdarah campuran Amerika-Jepang ini tetap meraih keuntungan dari bukunya yang terjual sekitar dua juta eksemplar. Hal unik dari pria kelahiran Hawai ini adalah, ternyata ia bukanlah seorang lulusan yang berlatar ekonomi ataupun keuangan. Ia jsutru lulus sebagai perwira dari Merchant Marine Academy. Lalu bagaimana dia mampu menulis buku bertema keuangan ini? Tentu saja dari pengalamannya yang merintis bisnis seorang diri.

Berbekal pengalamannya yang telah memumpuni, Robert Kiyosaki mampu membuka mata para pembacanya dengan pendapatnya yang dituangkan dalam kutipan yang disebut mantra kuno olehnya, yaitu “Pergi ke sekolah, pergi ke perguruan tinggi, cari pekerjaan, mainkan dengan aman”. Dalam bukunya ia mengungkapkan bahwa hal itu akibat dari adanya ketakutan akan kehilangan uang dan keserakahan untuk mengeluarkan uang seperti keinginan membeli mobil ataupun pembayaran uang lainnya yang membuat pemiliknya akan kehilangan uang 100% pada akhirnya.

Seakan tidak ada habisnya, isi buku ini juga memiliki beberapa poin-poin penting yang mampu kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama adalah pola pikir yang harus diubah dari “bekerja untuk menghasilkan” menjadi “bekerja untuk belajar”. Pola pikir baru itu menyarankan pembacanya untuk bekerja di bidang yang belum pernah dipelajarinya. Sehingga kemampuan yang dimiliki pun semakin beragam dan menunjang karir kedepannya dari adanya konsep belajar tersebut. Hal itu juga didukung dengan penggunaan uang penghasilan untuk melakukan kegiatan belajar seperti membeli buku ataupun mengikuti kursus-kursus tertentu.

Poin kedua yang tidak kalah pentingnya adalah memotivasi diri sendiri dengan cara membuat daftar keinginan yang diinginkan dan yang tidak diinginkan. Dalam buku Rich Dad Poor Dad ini diperlihatkan dengan “Saya ingin pensiun pada usia 50 tahun” dan “Saya tidak ingin berakhir seperti paman saya yang bangkrut.”

Lalu poin ketiga menjadi poin terakhir yang akan dibahas kali ini. Yaitu memperoleh aset bukan kewajiban. Aset adalah saham, obligasi, real estate yang disewa, royalti (misalnya dari musik), dan apa pun yang menghasilkan uang dan nilainya meningkat seiring waktu. Kewajiban dapat berupa mobil atau elektronik dengan biaya perawatan dan pembayaran bulanan, rumah dengan hipotek, dan tentu saja hutang – pada dasarnya apa pun yang mengeluarkan uang dari saku mu setiap bulan. Tentu saja semua itu dapat mulai dipraktikkan dalam kehidupan secara nyata.

Artikel ini disadur dari : https://fourminutebooks.com/rich-dad-poor-dad-summary/

Kontributor : Bunga Hikmawati

Ringkasan Buku Lainnya