The Fifth Discipline | Disiplin ke-5

“Orang yang paling efektif adalah mereka yang dapat ‘mempertahankan’ visinya sambil tetap berkomitmen untuk melihat realitas saat ini dengan jelas.” – Peter M. Senge

Kejenuhan di dalam lingkungan pekerjaan kerap kali dialami oleh para karyawan maupun atasannya. Buku berjudul “The Fifth Discipline” ini hadir dengan solusi yang meyakinkan. Seperti artinya, lima kedisiplinan yang dibahas dalam buku ini mengutarakan bagaimana caranya agar para karyawan dan atasannya lebih antusias dan produktif dalam bekerja dengan menggunakan lima ilmu kedisiplinan tadi. Sehingga sebuah perusahaan bukan dijalankan semata-mata hanya untuk bekerja. Namun juga sekaligus diperuntukkan sebagai lingkungan belajar yang baik. Tidak perlu ditanya lagi, buku ini sangatlah direkomendasikan untuk kalangan pekerja dan juga para manajer agar tetap betah dalam bekerja dan mampu meningkatkan performa mereka dalam pekerjaannya.

Penulis buku ini sendiri merupakan lulusan Universitas Stanford yang dikenal dengan nama Peter M. Senge. Pria kelahiran tahun 1947 ini, telah berkontribusi besar pada dunia bisnis hingga saat ini. Sebagai salah satu penulis buku yang cakap, Peter juga memiliki kutipan yang tidak kalah bagusnya, yaitu: “orang yang paling efektif adalah mereka yang dapat ‘mempertahankan’ visinya sambil tetap berkomitmen untuk melihat realitas saat ini dengan jelas”.

Kutipan tadi menggambarkan bagaimana karisma Peter sebagai penulis hingga mampu menyusun buku tersebut. Dalam bukunya pun terdapat poin-poin yang mampu mendorong para pembaca untuk melakukan perubahan dengan baik. Beberapa poin yang dapat dipelajari dari buku ini adalah sebagai berikut:

  1. Jika kamu suka belajar, tetapi pekerjaan menekan  kegemaranmu itu.
  2. Gunakan lima kedisiplinan untuk mengubah perusahaanmu menjadi suasana belajar dan membangkitkan kembali antusiasme di tempat kerja.
  3. Pemimpin harus mengubah pola pikir mereka untuk menjadikan dirinya peran sebagai perancang, pengajar, dan pengurus.

Sebagian besar dari perusahaan berjalan dengan memberi tekanan yang sangat besar bagi karyawannya. Tugas yang diberikan hanya menekankan waktu dengan batasan tugas tertentu saja yang hanya bisa dilakukan. Sehingga para karyawan pun tidak memiliki kesempatan mengembangkan kemampuannya. Bahkan lingkungan belajar pun tidak tercipta di perusahaan itu sendiri. Untuk itu dibutuhkan adanya penerapan lima ilmu kedisiplinan yang terdapt di buku ini.

Lima kedisiplinan yang perlu diterapkan di perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Penguasaan pribadi dari setiap individunya untuk memiliki komitmen tinggi mau terus belajar secara konsisten. Sehingga karyawan akan menemukan kembali gairah semangat dalam bekerja karena menemukan sesuatu yang baru untuk dipelajari.
  2.  Memeriksa dan meningkatkan model mental. Dengan melihat ke dalam diri sendiri apa yang perlu diperbaiki agar individu mampu meningkatkan kualitas diri.
  3. Pembelajaran tim diperlukan agar terjadi komunikasi dan diskusi secara kelompok. Sehingga hasil yang dicapai akan lebih  maksimal dibandingkan hanya dari perorangan.
  4. Visi bersama harus dijunjung oleh setiap pihak di perusahaan. Karyawan dan atasan haruslah memiliki tujuan yang sama agar memiliki arah yang sama untuk maju dan berkembang.
  5. Ditanamkannya sistem pemikiran untuk melihat masalah secara keseluruhan. Yaitu dengan memeriksa setiap aspek dan bagaimana pengaruhnya terhadap yang lainnya.

Yang menjadi pondasi lainnya dalam menciptakan lingkungan belajar dalam perusahaan adalah pola pikir pemimpin yang perlu memposisikan diri sebagai perancang, pengajar dan pengurus bagi karyawannya. Hal itu menimbulkan dukungan moril dan nyata terhadap karyawan untuk terus meningkatkan kualitas diri di dalam perusahaan. Masih banyak lagi informasi yang dapat kamu garis bawahi di dalam buku ini. Kamu dapat membacanya sendiri lebih lanjut untuk memahami isi buku tersebut secara lebih terperinci.

Artikel ini disadur dari : https://fourminutebooks.com/the-fifth-discipline-summary/

Kontributor : Bunga Hikmawati

Ringkasan Buku Lainnya