The Art Of The Start | Seni untuk Memulai

“Seharusnya posisikan dirimu pada apa yang akan kamu lakukan untuk pelanggangmu, bukan tentang kamu ingin menjadi apa.” – Guy Kawasaki

Seiring berkembangnya zaman, persaingan ketat di dunia perusahaan sangatlah sengit intensitasnya. Tidak hanya perusahaan besar saja yang mengalami masalah itu. Tapi perusahaan yang sedang memulai jenjang bisnisnya pun tidak kalah pusingnya dalam mengembangkan perusahaannya. Buku yang berjudul “The Art of The Start” ini mampu mengarahkan perusahaan yang seringkali kita sebut dalam tahap “start up” mampu bertahan di dunia bisnis ini. Beberapa tips diungkapkan secara jelas mulai dari mendapatkan sumber daya manusia yang tepat, menuliskan perencanaan bisnis yang menjanjikan hingga membangun merek atau brand perusahaan.

Buku ini sangatlah direkomendasikan bagi kaum pebisnis yang sudah berusia matang untuk menjalankan sebuah perusahaan baik dalam skala kecil maupun besar. Karena buku yang disuguhkan Guy Kawasaki ini mampu mengungkapkan bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memajukan sebuah perusahaan. Guy Kawasaki ini sudah terkenal sebagai salah satu pengusaha yang sukses di mata dunia. Pria ini lahir di Honolulu pada tanggal 30 Agustus 1954. Sepanjang karir yang pernah dilaluinya, ternyata ia telah memupuk kemampuannya dalam berbisnis hingga meluncurkan buku yang satu ini.

Ia sendiri mampu mencapai kesuksesan dengan kutipan yang satu ini : “ Seharusnya posisikan dirimu pada apa yang akan kamu lakukan untuk pelanggangmu, bukan tentang kamu ingin menjadi apa”. Jadi memfokuskan dirimu untuk pelanggan akan membuat perusahaanmu semakin maju. Buku yang menarik ini juga membongkar poin-poin penting yang harus dikantungi oleh para pengusaha.

Poin penting yang menjadi urutan pertama adalah menciptakan sebuah makna bukan menghasilkan uang. Latar belakang yang membuatnya menjadi penting adalah karena perusahaan yang memberi makna dan untuk memberikan keuntungan pada pelanggan, lebih bermakna dibandingkan dengan perusahaan yang fokus terhadap pencapaian pendapatan secara finansial. Perusahaan yang berfokus pada uang cenderung mengundang adanya tindak korupsi. Oleh karena itu beberapa perusahaan pun menciptakan beberapa slogan yang mengingatkan perusahaan mereka sendiri akan makna dan tujuan yang menjadi identitas mereka. Salah satunya Disney yang mengusung motto “hiburan keluarga yang menyenangkan” dengan maksud untuk mengingatkan bahwa perusahaannya menciptakan usahanya untuk memberikan rasa nyaman pada para pelanggannya.

Poin kedua adalah persiapkan prinsip, hipotesa, dan tugas perusahaan untuk memiliki arah dan tujuan sejak awal. Hal ini sangat diperlukan karena dengan mengidentifikasi prinsip pendirian akan membanutmu dalam mencapai tujuan. Kemudian hipotesa dilakukan untuk meninjau kembali segala ide yang ada dengan berdiskusi bersama. Semua itu juga harus ditunjang dengan melakukan tugas yang sudah direncanakan secara teratur untuk meraih target tertentu.

Yang menjadi poin ketiga sekaligus penutup kali ini adalah membuat perencanaan bisnis yang baik. Dengan adanya rencana yang baik, tentunya akan semakin meyakinkan banyak pemegang saham serta para investor untuk mendukung perusahaanmu. Tim serta karyawan yang bekerja pun akan melakukan fungsinya secara efektif, efisien dan produktif. Perusahaan pun dapat meninjau kembali hasil kerja mereka apakah sudah sesuai dengan perencanaan tersebut. Semua itu mengarahkanmu demi satu tujuan untuk meraih kesuksesan. Begitu banyak pelajaran yang dapat kamu petik pada buku satu ini untuk menjadi pengusaha yang baik.

Artikel ini disadur dari https://fourminutebooks.com/the-art-of-the-start-summary/

Kontributor : Bunga Hikmawati

Ringkasan Buku Lainnya